Kalau major label saat ini sudah tidak ada dana promosi, beda dengan jaman dulu (misalnya 10-15 tahun lalu). Itu karena sudah tidak ada yg beli CD fisik dan jarang user pakai RBT lagi.

Akhirnya label hanya mencari talenta yang SELEVEL atau SETARA…. mereka tidak mau menggarap karya / artis / band yang hanya bermodal POTENSI alias belum punya prestasi.

Maksudnya “setara” adalah bisa salah satu dari ini :
– Punya budget / investor sendiri utk mengongkosi biaya produksi (bisa sampai ratusan juta)
– Punya massa yg banyak (misalnya subscriber youtube di atas 100,000 atau views video 500.000 atau 1juta atau lebih, atau masuk chart radio 5 besar di radio Jakarta dll dsb).

Jadi tipsnya, kalau kita tidak punya investor sendiri, adalah berkarya dan aktif gerilya marketing sendiri di social media termasuk youtube sehingga pada suatu titik, views dan subscribers dan followers dan juga karya kita sudah populer….itulah saat major label akan melirik kita (walau tetap saja tidak mudah).

Di 3 Desember 2017 saya buat talkshow ArtSonica MUTE (MUsic Talk for Everybody) yang bahas Song Writing dengan pembicara Erwin Prasetya ex Dewa 19, Capung Java Jive, Ponch Satrio dan Ari Marifat Padhayangan….
pertanyaanmu ini termasuk yang ditanyakan, sorry tidak ada cara lain selain punya dana sendiri (label akhirnya barter dengan link nya yang sudah mapan) atau populer sendiri dulu (label menganggap setara)

Menurut saya sendiri…. mengharap major label saat ini seperti pungguk merindukan bulan (maaf kalau mematikan semangatmu). Solusinya seperti yg saya tulis dalam artikel ini : http://blog.artsonica.com/berkarya-di-jaman-digital-sebuah-pemikiran-untuk-musisi-dan-sound-engineer/

Jadi di jaman digital ini, supaya dapat pemasukan uang (komersil), aktifkan monetisasi via Google Adsense saat upload karya di youtube, jual di online store yg ada (Baca artikel http://blog.artsonica.com/ini-dia-cara-lagumu-masuk-itunes/)

Juga baca ini juga : CARA AMPUH MENJUAL LAGU http://blog.artsonica.com/menjual-lagu/