Mic yang mahal biasanya menangkap frekwensinya lebih lengkap, kalau mic murah bolong-bolong, ada frekwensi-frekwensi yang tidak terekam detil.

Selain frekwensi, juga attack / transient / punch juga tidak terekam sedetil mic mahal. Juga yang tidak ada itu dimensi suaranya… ini susah di jelaskan, kira-kira seperti gambar 2 dimensi versi 3 dimensi.

Nah semua hal ini tidak bisa ditambahkan dengan EQ karena EQ itu HANYA menaikkan apa yang sudah ada, kalau di data mentahnya tidak ada frekwensi / attack / dimensi tersebut, ya mau di boost sampai tinggi banget, tetap saja kosong.

Kecuali pakainya plugin bukan EQ atau Compressor tetapi pakai plugin jenis Saturation , ini masih ada kemungkinan
menambah frekwensi yang sebelumnya tidak ada. ltupun tidak akan sama seperti mic mahal.

Analoginya kita mau masak nasi goreng, pakai ayam kualitas no.1 akan beda dengan ayam kualitas no.3, walau ayam tersebut sudah kita kasih bumbu macam-macam.

Tapi tidak sepenuhnya salah juga sih. Kadang-kadang dengan EQ & Compressor pun bisa bikin mic murah jadi bunyinya mahal.

Testing ANTARES MIC MODELLER EFX yang bisa mengubah karakter suatu mic menjadi mic lain… Apakah efektif ?